Bila kita buka lembaran sejarah, kita akan tercengang membaca biograpinya Adam Malik. Seorang tokoh nasional yang pernah menjabat Duta Besar, Ketua DPR, Menteri Luar Negeri, sebagai wakil presiden, dan ketua sidang Majelis Umum PBB ke-26 di New York, dari Indonesia ternyata hanya lulusan kelas 3 SD. Kok bisa ya? Ya bisa-bisa saja dong! Di zaman Orde Lama (OrLa) hingga awal (OrBa) yang terpenting itu dua pil perangsang. Pil pertama bernama ‘Sekil’ (Skill, keahlian). Pil kedu bernama Pedekate (kemampuan membangun kedekatan dengan penguasa). Sosok Adam Malik merupakan figur yang memiliki kedua pil tersebut, maka sukseslah dia.
Adam Malik membangun karirnya dari dunia tulis menulis. Hobi beliau mengarang indah sewaktu kelas 3 SD terus diasah dengan ketekunan berlatih. Kemampuan menulis dibarengi dengan hobi membaca kelas kakap. Selama menjabat sebagai pimpinan warung ‘murah’ milik bapaknya. Warung kecil, sepi pembeli di Pematang Siantar, ia manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk membaca sebanyak-banyaknya. Pintar tidak harus sekolah, begitulah kira-kira kalimat yang pas buat Adam Malik kecil seketika itu. Beliau berani bermimpi indah dengan menulis. Menuliskan mimpi-mimpinya 5, 10, 20, 30, bahkan 100 tahun yang akan datang. Kemampuan menulis itu semakin terasah dengan rutinnya beliau mengirim tulisannya pada beberapa majalah seketika itu. Tak cukup sampai disitu, beliau pun menjadi jurnalis, wartawan bebas, mendirikan LKBN Antara (Kantor Berita Nasuonal). Kemampuannya memadukan diplomasi dan media massa menjadikannya sukses. Jangan lupa, semuanya diawali dari kemampuan menulis.
Dalam hal ini, Adam Malik telah memberikan keteladanan kepada kita semua. Menulis bisa menjadi starting point bagi siapa saja yang ingin sukses dalam berkarir. Bisa sesukses beliau, dan bahkan melebihi beliau. Hikmah lain yang ingin Adam Malik persembahkan kepada generasi muda saat ini adalah menulis itu gampang, cukup diawali dengan keinginan untuk mengarang indah. Mengarang, mengarang, dan mengarang. Bila anak kelas 3 SD saja bisa mengarang dan sukses, tentu kita yang sudah S-4 (SD, SMP, SMA, S-1) tentu 400% lebih baik dan lebih sukses dibanding Adam Malik. Masuk akal kan?
Menulis itu gampang. Sekali lagi gampang, Kawan! Selagi ada kemauan, maka pintu kesuksesan itu terbuka lebar. Kuncinya 3M saja. Modal menulis itu juga 3M saja. 3 Milyar? Banyak amat? Wong royalti saja belum tentu sampai 5 juta perbulan. Ya iya, jangankan 5 juta, 1000 rupiah saja nggak bakal dapat kalau nggak serius. Iya kan? Hehehe. Ya sudah, jangan mikir kemana-mana dulu memulai saja belum. Jangan berharap macam-macam dulu, berkeringat setetes saja belum kan? He.
Menulis itu gampang. Gampang dan mengasyikkan. Kuncinya hanya 3M. M pertama Menulis. M kedua Menulis. M ketiga Menulis. Gampang kan! Bila didaftar, inilah daftar sukses menjadi penulis versi saya.
- Menulis
- Menulis lagi
- Menulis lebih banyak
- Menulis lebih banyak lagi
- Menulis terus dan semakin semangat
- Dimanapun dan kapanpun ada waktu luang terus menulis
- Berhenti menulis pada 3 waktu : makan, sholat/ngaji, tidur, dan seks.
Dan, sampailah pada penghujung cerita. Kesimpulannya, menulis itu gampang bagi yang mau. Ayo menjadi bagian dari peradaban gemilang dengan menulis!
( Ditulis oleh Ali Margosim, Penulis produktif, dan Spritual Motivator)







0 komentar:
Post a Comment