Ada 2 pertanyaan yang dibenci. Pertama: Kenapa nggak nulis? Kedua: Kenapa belum juga menulis?
Kenapa nggak nulis? Survei kami membuktikan, jawabannya sebagai berikut:
- Nggak punya waktu
- Sibuk
- Susah
- Belum tahu caranya
- Pengen sih, tapi….
- Repot ngurus anak
- Ah, aku ini wanita karir tahu
- Nggak menjanjikan
- Udah banyak yang nulis
- Nggak keren
- Nggak pede
- Nggak tau mau nulis apa
- Idem
No Excuse. Nggak ada alasan.
Setiap orang diberi waktu yang sama oleh Allah SWT, yakni 24 jam dalam sehari semalam. Dalam hari yang sama, seorang Presiden bisa mengurus negara dengan ratusan juta rakyatnya. Dengan waktu yang sama, seorang Bill Gates mampu mengelolah perusahaan microsoft-nya. Dengan waktu yang sama seorang Anis Matta mampu menunaikan kewajibannya sebagai wakil rakyat, dan Presdir di beberapa perusahaannya, mengisi kajian, menulis, mengajak anak-anak jalan-jalan, diundang sebagai pembicara, dan lain sebagainya. Di hari yang sama pula, jejak-jejak prestasi apa yang telah kita toreh? Adakah kita menyamai mereka? Atau NIHIL sama sekali? No Excuse, nggak ada alasan untuk tidak bisa.
Banyak murid saya yang mengeluh, nggak bisa nulis, karena nggak punya laptop. Saya ulangi jawaban saya. Belajarlah pada Said Quthb, Ibnu Taimiyah, Buya Hamka. Mereka lahir di zaman apa? Adakah sewaktu itu laptop/ Nggak ada. Jangankan laptop, kertas saja susah. Eits, sabar dulu. Saya belum selesai ngomong. Dunia pun tahu, bahwa mereka sama-sama merasakan hidup dalam dinginnya sel penjara. Sementara kalian, bisa hidup bebas. Menghirup udara segar sepanjang waktu. Haruskah masuk penjara dulu agar bisa menulis? Said Quthb dan Ibnu Taimiyah bahkan menulis di dinding penjara, piring-piring makan, dan kertas rongsokan, tapi semangat menulisnya nggak kenal selesai.
Saat ini kertas dan pulpen (pena) itu murah dan gampang di dapatkan, berbagai buku referensi tersedia, lelah dengan buku tinggal berselancar di dunia maya, apapun pertanyaannya anda bisa dibantu oleh Mbah Google, juga tidak dalam penjara. Semestinya produktivitas kalian dalam menulis mengalahkan mereka semua. Bravo, Masbro, MbakBro!
(Ditulis oleh Ali Margosim, Penulis, Trainer)







0 komentar:
Post a Comment